Menanti Penyelesaian Kasus Persebaya

VIVA.co.id – Nasib Persebaya Surabaya sampai sekarang belum jelas. Status Persebaya gagal dipulihkan di Kongres PSSI, Kamis 10 November 2016, setelah mayoritas voters menolak membahasnya. Sebenarnya, masalah Persebaya sudah masuk ke dalam agenda Kongres. Rencananya masalah Bajul Ijo dibicarakan dalam agenda delapan, penerimaan anggota baru PSSI. Tapi, penolakan datang dari voters. Manajer Madura United, Haruna Soemitro, menjadi sosok yang paling vokal dalam penolakan pembahasan agenda Persebaya. Di depan voters, Haruna menyatakan masalah Persebaya selayaknya menjadi beban dari pengurus baru. Pada akhirnya, forum menyetujui saran Haruna dan nasib Persebaya sampai sekarang masih belum jelas. Keputusan tersebut memancing amarah Bondo Nekat alias Bonek, suporter setia Persebaya. Puncaknya, mereka menggelar demonstrasi besar-besaran di Surabaya. Situasi makin tak terkendali dan kericuhan pun pecah. Menanggapi situasi ini, Ketua Umum PSSI periode 2016-2020, Edy Rahmayadi, berjanji akan menuntaskan kasus Persebaya dalam waktu dekat. “Secepatnya akan kami selesaikan. Kami akan mengkaji mana yang paling benar. Tentunya, tak boleh keluar dari visi dan misi PSSI,” kata Edy. Sementara itu, manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, berharap ada kejelasan dari PSSI terkait nasib Persebaya. Umuh mengaku paham dengan apa yang dirasakan Bonek. “Bayangkan, kalau Persib yang berada dalam situasi itu. Pasti Bobotoh akan mengamuk. Jadi, saya paham dengan apa yang dirasakan oleh Persebaya dan Bonek,” ujar Umuh. “Saya, secara pribadi ingin Persebaya kembali tampil. Bonek jangan salah paham. Masalah Persebaya akan dibahas nanti. Kami, Persib, adalah sahabat Persebaya dan mengharapkan mereka tampil lagi,” lanjutnya.

Sumber: VivaNews