Puluhan Ibu Rumah Tangga Deklarasikan Dukung Ahok-Djarot

Jakarta – Puluhan ibu rumah tangga (IRT) yang tergabung dalam Komunitas Juang Perempuan Jakarta Utara mendeklarasikan dukungannya untuk pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta incumbent atau petahana, yakni Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat pada Minggu (28/8). Acara deklarasi ini diadakan dengan kondisi seadanya dan dengan tenda sederhana di persimpangan lampu merah Mambo, antara Jalan Sulawesi dengan Jalan Enggano Raya, RW16, Kelurahan Tanjung ‎Priok, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara atau dekat dengan Pintu Pos IX Pelabuhan Tanjung Priok. Kebanyakan ibu-ibu tersebut mendukung Ahok dan Djarot karena ‎sudah merasakan langsung hasil kerja dari duet pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur tersebut selama dua tahun terakhir (sejak 2014), dan menginginkan keduanya kembali berpasangan dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017‎. Dewi (45), warga RT02/RW11‎, Kelurahan Rawa Badak Utara, mengatakan dirinya jauh lebih memilih Ahok dan Djarot yang sudah terbukti hasil kerjanya dalam membangun Jakarta Baru yang jauh lebih tertib dan bersih dari tindakan koruptif. “Pak Ahok memang terlihat galak, tapi sebenarnya dia orang yang sangat baik dan dekat dengan rakyat kecil, dan itu sudah terbukti dengan pembangunan Jakarta yang jauh lebih baik,” ujar Dewi, Minggu (28/8) sore. Ia juga melihat salah satu hal baik yang terlihat dalam pemerintahan Ahok dan Djarot saat ini yakni mengenai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta yang jauh lebih transparan dan bersih dari program-program titipan dari pihak-pihak yang masih mengikuti budaya korupsi. “Selama ini anggaran DKI besar tapi digerogoti oleh tikus-tikus berwujud manusia yang ada di lingkungan Pemprov DKI, tapi dengan adanya Pak Ahok saat ini, seluruh APBD bisa diberdayagunakan sepenuhnya kepada masyarakat dan pembangunan Ibukota Jakarta,” tuturnya. Hal serupa juga diungkapkan oleh Yulianti (48), warga RT11/RW10, Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara‎, ia melihat pemerintahan Ahok dan Djarot sudah seharusnya dilanjutkan demi kebaikan warga Ibukota, meski Ahok dikenal dengan pribadi yang keras dan cukup pedas dalam berbicara. “‎Saya malah lebih suka pemimpin yang seperti pak Ahok, dia orang yang tidak munafik dan ngomong blak-blakan apa adanya jika memang dilihat ada ketidakberesan dalam pemerintahan saat ini. Itu jauh lebih baik daripada pemimpin yang manis dan santun tapi di bekalangnya busuk,” kata Yulianti. Dikatakannya, ‎terkait banyaknya polemik terkait penggusuran yang sering dilakukan oleh pemerintahan Ahok dan Djarot merupakan hal yang wajar dan sudah seharusnya dilakukan apabila warga yang tinggal di lokasi yang bukan miliknya dan berdiri di atas tanah negara. “Wajar saja kalau pendatang bangun rumah di pinggiran kali atau waduk yang bukan lahan miliknya kena gusur, ya namanya warga juga harus tahu dirilah, kalau memang bukan tanah miliknya kok masih bertahan itu namanya yang salah ya warganya,” ucapnya. Sedangkan, Taskim (53), warga RT05/RW05, Kelurahan Kalibaru, mengatakan s‎ejak adanya pemerintahan Ahok dan Djarot, kebersihan lingkungan di wilayahnya sangat dijaga dengan keberadaan petugas PPSU, PHL, dan instansi terkait yang berkaitan langsung dengan masalah kebersihan lingkungan. “Saluran air sekarang sudah hampir sebagian besar dibersihkan oleh petugas oranye, dan yang bagusnya itu direkrut dari warga-warga kita sendiri jadi buat pemuda yang belum memiliki pekerjaan jadi bisa ada kerjaan,” kata Taskim. Dirinya juga merasakan sudah setahun terakhir, wilayah Jakarta Utara juga sudah jauh lebih bebas dari banjir karena luapan kali atau drainase yang buruk karena sudah dibenahi oleh petugas yang selalu melaksanakan pekerjaannya setiap hari. “Soal pendidikan dan kesehatan juga menjadi catatan baik, terutama dari beasiswa bagi pelajar, biaya berobat gratis, serta bila istri saya menjadi kader jumantik dia juga bisa membantu penghasilan rumah tangga,” tandasnya. Menurut pengamatan SP di lokasi, puluhan ibu-ibu tersebut ‎‎sudah berkumpul sejak Pukul 15.00 WIB dan mengungkapkan apa yang mereka rasakan selama pemerintahan Ahok dan Djarot selama ini hingga pukul 16.45 WIB. Mereka juga dengan semangat menyanyikan lagu “Jangan Ragu-Ragu” yang menunjukkan dukungan mereka terhadap pemerintahan Djarot dan Ahok dari kaum perempuan di Jakarta Utara. Carlos Roy Fajarta/PCN Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu