Wujudkan Lingkungan Sehat, PTP Resmikan Bank Sampah

Jakarta – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II meresmikan Bank Sampah Komunitas Koja Bersama di Koja, Jakarta Utara sebagai upaya mewujudkan lingkungan sehat melalui pengelolaan sampah. Bank sampah merupakan bagian program Corporate Social Responsibility (CSR) PTP bertajuk Program Kali Bersih dan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (Prokasih) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Kresek wilayah Kelurahan Koja dan Kelurahan Lagoa. Dalam peresmian hari ini hadir Camat Koja Mumu Mujtahid, Sekretaris Kelurahan Koja Ibu Dwi Lestari dan Nurdasih mewakili PTP, serta Direktur PT SPRINT Diana Susi sebagai konsultan PTP. “Saya berharap dengan beroperasinya bank sampah, masyarakat lebih berperan menjaga lingkungan khususnya dalam pengelolaan sampah,” kata Camat Koja Mumu Mujtahid, di sela peresmian di Jakarta, Minggu (28/8). Dia mengatakan, Komunitas Koja Bersama harus memberikan pemahaman kepada masyarakat soal pengelolaan lingkungan dengan metode yang mudah seperti bagaimana cara memilah sampah dan membuang ke tong berdasarkan jenis sampah yang ada. “Warga perlu diinformasikan bahwa sampah organik dibuang ke tong sampah warna hijau, sampah anorganik ke tong warna kuning, sedangkan sampah berbahaya dan beracun ke tong warna merah,” katanya. Sekretaris Kelurahan Koja, Dwi Lestari menyambut baik didirikannya bank sampah di Kelurahan Koja. Keberadaan bank sampah selain memberi manfaat ekonomi bagi warga, juga menciptakan lingkungan yang lebih sehat. “Sampah yang masih bisa dimanfaatkan bisa dikumpulkan dan bisa ditabung ke bank sampah,” katanya. Bank Sampah Komunitas Koja Bersama sudah beranggotakan 50 orang nasabah yang terdiri dari kelompok pecinta lingkungan dari Kelurahan Koja. Bank sampah ini bertujuan melayani pengelolaan sampah rumah tangga dari tingkat RW hingga skala kelurahan, kecamatan dan tingkat kota Jakarta Utara. Program bank sampah ini tidak hanya mengumpulkan sampah, tapi juga mendorong proses kreatif warga dalam mendaur ulang sampah anorganik menjadi barang barang ekonomi dan produk komunitas yang dapat dipasarkan dalam sejumlah pameran. Bank sampah ini juga mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos bagi tanaman di kampung hijau. Salah satu pendamping program kampung hijau adalah Bapak Sarmili, seorang praktisi lingkungan yang bulan Juli lalu meraih penghargaan pemerintah sebagai nominator Kalpataru tingkat Nasional tahun 2016. Whisnu Bagus Prasetyo/WBP BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu